KKLDR Hari ke 11
Hari ke 11 ( 25 Juli 2020)
#KKLDRIAINPadangsidimpuan2020
MODERASI BERAGAMA
Ibarat air dan kopi untuk bisa dinikmati dibutuhkan kesesuaian kadar komposisi diantara keduanya dan juga situasi dan kondisi saat penyajian dan saat menyeruputnya. Demikianlah hal nya teks agama, kita perlu menyeimbangakan antara konten dan konteks,antara teks ayat2 Tuhan dengan kondisi lingkungan saat munculnya teks. Keseimbangan itu diperlukan karena adanya keterbatas pada diri para penafsir teks serta perbedaan cara dan sudut pandang mereka sehingga menyebabkan hasil penafsiran amat beragam. Maka cara kita beragama haruslah senantiasa di medoresi. Bukan agama yang dimoderasi karena agama itu pastilah moderat tapi cara kita memahami dan mengamalkan ajaran agama itulah yang perlu di moderasi, bertoleransi menyikapi keragaman tafsir ajaran agama adalah salah satu ciri moderasi beragama. Bertoleransi sebagai kesediaan, menghormati dan menghargai perbedaan yang pada pihak lain bukanlah mengurangi apalagi menghilangkan keimanan karena penghormataan dan penghargaan bukanlah persetujuan atau pembenaran. Akhirnya kembali kepada seduhan kopi,campuran dan dosis bisa jadi amat beragam sesuai selera, tetapi ketika kopi bercampur dengan zat2 yanģ memabukkan misalnya maka hal itu harus dihindari karena kopi itu menjadi ekstrim dan merusak jiwa manusia.
Komentar